Jumat, 24 Agustus 2018

4 Hal yang Harus Dilakukan Mencegah Penipuan Online

"Bentuk ancaman keuangan online terhadap konsumen semakin berkembang. Selain penipuan online dengan gaya tradisional, kita juga mulai melihat para penjahat siber mengeksploitasi serta mencari cara baru untuk menipu konsumen," kata Ross Hogan, Pemimpin Global Divisi Pencegahan Penipuan Kaspersky Lab dalam siaran persnya, Senin, 30 Mei 2016 (tekno.tempo.co)

Era sekarang sudah semakin canggih, segala sesuatu memaksa dan mengharuskan manusia serba cepat. Inginnya manusia ingin menyelesaikan semua transaksi, kebutuhan dapat terselesaikan dari rumah. Semuanya ingin serba cepat dan bisa dikerjakan dari rumah?

Ingin makan siang namun cuaca baru hujan, ada GOJEK yang siap menjadi solusi. Ingin membeli produk yang lagi promo di media online tinggal klik BUKALAPAK atau TOKOPEDIA, barang akan segera meluncur ke alamat rumah Anda. Ingin membeli tiket transportasi via darat, laut dan udara bisa memesan di TIKET.COM, dan lainnya.

via Tempo.co

Canggihnya teknologi zaman sekarang mampu memangkas jarak, waktu, dan tenaga dalam mengerjakan tugas serta memperoleh informasi dengan mudah kapan saja. Keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan teknologi ini tidak luput dari mata para pebisnis ataupun wirausaha muda untuk mengembangkan bisnis. Hingga akhirnya muncullah metode ‘belanja online’yang menjadi tren saat ini. Anda tentu pernah atau sering belanja online, bukan? Cukup buka market place atau website dari toko online, lihat berbagai jenis barang, pilih barang dan warna, tentukan jumlah barang yang dibeli, bayar, konfirmasi dan tunggu pesanan datang ke rumah. Tapi, ada rasa takut yang menghantui orang awam yang belum pernah belanja online atau bahkan pernah tertipu dengan penjun.

  Lalu, bagaimana cara menghindari penipuan belanja online?

1. Pilih website toko online yang kredibilitasnya tinggi

Jangan asal beli tanpa tahu integritas dari toko online atau market place. Perhatikan dulu profil penjual, apakah sudah lama berjualan atau masih baru? Apakah informasi yang tertera sudah sangat lengkap, cek alamat lengkap, kalau perlu cari lokasi di googlemaps apakah benar-benar ada? Kalau di market place Anda dapat menggunakan filter agar data toko yang penjualan terbanyak dan reputasinya paling bagus terlihat dengan jelas. Sedangkan untuk website perhatikan informasi alamat dan kontak, apakah asli atau tidak. Cek alamat domain website online apakah berbayar atau tidak? Hal ini bukan menjudge bahwa yang tidak berbayar itu palsu, namun ini memberi nilai plus kepada calon pembeli agar semakin mantap. Ya, seperti website Jualalatabsensi.com ini contohnya :)

Jika domain website menggunakan domain berbayar seperti .com, .net, .co.id dan sebagainya maka dapat dipercaya.

2. Waspada dengan harga murah dan perhatikan testimoni pelanggan

Secara umum mayoritas orang langsung tergiur ketika melihat harga miring, harga PROMO, DISKON, GREAT SALE, CUCI GUDANG. Hal inilah yang sering dimanfaatkan para penjual gadungan untuk melancarkan aksinya. Contoh ada barang mahal namun dijual dengan harga yang terlalu murah. Bisa saja ini penipuan atau barang yang akan dikirim kualitasnya tidak sebagus seperti yang ada di gambar produk. Waspada dengan modus operasi penipuan seperti ini, karena sering terjadi dan korbannya sudah banyak. Antara foto yang ada di website jauh berbeda dengan yang diterima pembeli

Testimoni dapat menjadi acuan untuk mengetahui reputasi sebuah toko dan nyata. Jika banyak yang memberikan testimoni positif maka toko tersebut dapat dipercaya.

3. Gunakan jasa rekening bersama dan simpan bukti transfer

Untuk berjaga-jaga Anda dapat menggunakan rekening bersama (rekber). Jasa rekber ini menjaga transaksi Anda dengan penjual tetap aman. Jadi, saat Anda transfer ke rekber ini uang akan ditahan dulu oleh pihak rekber dan uang baru bisa dicairkan setelah Anda konfirmasi bahwa barang sudah sampai dengan selamat.

Jangan lupa simpan bukti transfer agar suatu saat dapat komplain jika barang tidak sesuai deskripsi produk atau tidak dikirim. Atau jika menggunakan layanan Internet banking harap di capture gambar bukti transaksi pembelian, karena suatu saat pasti akan bermanfaat bagi pembeli. 

4. Cash On Delivery (COD)

Bagaimanapun melihat dan mengecek barang secara langsung lebih aman. Usahakan mencari toko yang lokasinya dekat dengan rumah agar Anda dapat melakukan COD (Cash On Delivery) dengan penjual di tempat ramai. Hal ini akan mengurangi tindakan penipuan. Seperti contohnya banyak pelanggan Jual Alat Absensi yang sebelumnya mendapatkan informasi harga alat absensi sangat murah dan ini menggiurkan karena selisih nominal sangat jauh. 

Hal yang perlu diperhatikan dalam membeli alat absensi contohnya, adalah bertanya bagaimana garansinya, kalau ada kendala dan trouble mesin harus ke mana, terus ada pelayanan after salesnya seperti apa, atau juga cek dahulu kelengkapan alat absensi seperti apa. Hal ini sangat perlu ditanyakan kepada toko online yang berani memasang harga di bawah harga normal, untuk mewaspadai penipuan online yang kian marak.

Memang kita harus teliti dan jeli membedakan penjual yang reputasinya bagus dengan penjual yang tidak bertanggung jawab. Tapi untuk masalah alat absensi, Anda dapat mempercayakan pada Fingerspot yang selalu berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan produk berkualitas dalam memenuhi kebutuhan absensi di Indonesia.
***

Sumber gambar : arqom.co.id
Artikel kali pertama dipublikasikan di Penipuan Online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar