Rabu, 10 Oktober 2018

4 Cara Ampuh Agar Siswa Lebih Disiplin

Menjadi seorang guru memang banyak tantangannya. Selain harus menguasai ilmu yang akan diajarkan ke para siswa juga harus sabar dan tegas. Namun, ada satu kendala yang masih sering dialami tenaga pendidik di sekolah yaitu dalam hal mendisiplinkan siswa. Yang menyebabkan siswa kurang disiplin adalah karena lingkungan dan pergaulan. Misalnya, ada siswa yang membolos sekolah lalu diliat oleh teman lainnya kemudian ikut bolos juga karena dirasa seru. Kemudian, hal ini berlanjut ke perilaku tidak baik seperti terlambat datang ke sekolah, asyik mengobrol bersama teman saat guru menerangkan pelajaran, tidak mengerjakan PR dan sebagainya. Jika tidak segera didisiplinkan, siswa akan menjadi lupa dengan tugas dan kewajibannya. Tapi, jangan sampai Anda melakukan kekerasan saat memperingatkan siswa. 

Sumber gambar : blog.securus-software.com

Bukannya siswa semakin menurut malah siswa tersebut akan balik membangkang atau malas sekolah. Anda tentu sudah tahu beberapa kasus kekerasan guru terhadap siswa yang menjadi viral dan berujung ke ranah hukum, bukan?


Sebenarnya mudah saja membuat siswa semangat belajar tanpa harus diberi hukuman fisik. Kuncinya dapatkan perhatian mereka dan tampilkan hal menarik di setiap materi yang disampaikan. Berikut ini 4 Cara Ampuh Agar Siswa Lebih Disiplin, silakan dibaca!

Kenali siswa lebih dekat

Walaupun jumlah siswa yang Anda ajar tidak sedikit, mengenali setiap kepribadian mereka adalah kewajiban. Dengan mengenal siswa lebih dekat, Anda dapat mengetahui segala keinginan dan permasalahan yang sedang mereka alami sehingga akan dengan mudah memberikan solusi yang tepat. Berkomunikasilah dengan baik dan menyenangkan. Tapi, tetaplah bersikap tegas agar mereka tidak berulah seenaknya dan mereka tetap menghormati Anda sebagai guru teladan. Dengan demikian, mereka bisa menjaga sikap di kehidupan sehari-hari.

Penanganan siswa yang cenderung aktif tentu berbeda dengan yang pendiam. Harus ditemukan metode yang tepat ketika terjadi hal demikian. Carilah dan kenali sifat dan watak siswa di kelas, dengan sendirinya pengajar akan jauh mengenal kepribadian siswa itu. Lakukan komunikasi dua arah, selain memberikan stimulan positif dan mengajar, satu sisi juga harus mendengarkan suara dari siswa. Sehingga adil, guru bisa berbicara juga bisa mendengarkan segala keluh kesah para siswanya.

Selain itu juga bisa, mengetahui di media sosial seperti apa anak didiknya. Cenderung siswa sekarang reaktif ketika bermedsos, sehingga seperti menjadi diari siswa di jaman sekarang. Itu adalah sikap yang murni dari reaksi spontan dari siswa, kita diuntungkan dengan memperhatikan sedikit kepribadiannya sehingga tepat dalam memberikan saran untuknya. Cukup menjadi silent reader saja kepada siswa Anda.

Buat aturan bersama

Ajak semua siswa di kelas menentukan peraturan bersama hukumannya. Saat salah satu siswa melakukan kesalahan maka ada konsekuensi yang wajib diterapkan. Jika mereka dapat bersikap disiplin maka akan mendapatkan hadiah atau reward. Jangan berikan hukuman yang berat tapi yang ringan saja namun memberikan dampak positif dengan siswa lainnya. Misalnya, membersihkan atau menyapu kelas, mengambil penghapus atau pensil, merapikan buku di perpustakaan dan sebagainya. Lakukan yang ringan ringan saja, atau bisa juga dengan membuat tugas mengulas buku-buku yang dibaca di perpustakaan. Selain memberi kesempatan siswa agar lebih senang membaca juga melatih siswa dalam menulis menuangkan ide-ide brilian nya.

Sebagai guru, Anda wajib memahami dan memilih jenis hukuman sesuai tingkat kesalahan yang diperbuat agar menimbulkan efek jera dan tidak berpengaruh pada psikologis siswa. Berikan pemahaman juga bahwa berbuat disiplin bukan untuk mendapatkan hadiah melainkan untuk kebaikan mereka sendiri di masa depan nanti. Yang penting adalah mereka memahami tugas dan kewajiban sebagai siswa. Untuk guru jika ada kesalahan juga harus professional yakni ada sanksi sendiri, misal pendidik membelikan kue untuk para siswa atau coklat dan di makan bareng-bareng di kelas. Jadi adil ada reward dan punishment untuk siswa dan guru, impas kan?

Berikan perhatian dan kasih sayang

Didiklah semua siswa dengan perhatian dan kasih sayang. Siswa akan menjadi lebih peduli dan mau menuruti apa yang disampaikan guru. Tunjukkan bahwa Anda tidak membeda-bedakan mereka alias pilih kasih. Jangan berdiam diri dan berkelilinglah di dalam kelas untuk mengetahui perkembangan belajar siswa. Jika ada yang kesulitan memahami pelajaran, Anda dapat membantu menjelaskan ulang agar mereka memahami pelajaran.

Tidak ada perbedaan untuk siswa yang pintar dan siswa kurang pintar. Semuanya mendapatkan jatah perhatian dan kasih sayang yang sama. Rangkul dan ajak mereka semua untuk bisa saling terbuka dan percaya. Kalau siswa sudah berani bercerita tentang hal pribadi kepada guru, itu tandanya siswa sudah merasa nyaman dengan pendidik dan menjadikan berhasil memposisikan sebagai orangtua di kelas. Sabar, tekun dan selalu terbuka itu kuncinya!

Ajak Bermain ke Dunia Luar

Belajar itu tidak harus di dapatkan di dalam kelas, bisa juga mendapatkan pelajaran di luar sekolah. Misal adakan kegiatan outbond, hal ini dilaksanakan untuk membuang rasa jenuh ketika setiap hari harus belajar di dalam kelas. Menghilangkan stress akibat rutinitas belajar yang monoton. Ajak mereka ke tempat wisata, sambil belajar beriteraksi dengan dunia luar, sambil me refresh pikiran serta mengenal dunia alam sekitar.

Siswa akan mendapatkanpengalaman yang luar biasa, yang tidak didapatkan dari sekolah. Siswa akan termotivasi untuk menyerap informasi dan pembelajaran dari dunia luar. Kalau di dalam kelas siswa belakar tentang teori namun di luar kelas siswa belajar untuk action dan mengamalkan dari teori yang sudah didapatkan, sempurna bukan?

Agar lebih efektif mendisiplinkan siswa, orangtua juga harus ikut berpartisipasi mengajarkan kedisiplinan di rumah. Komunikasi yang efektif dan tepat antar orangtua dan guru harus terjalin dengan erat demi masa depan sang anak. Pihak sekolah dan orangtua dapat memanfaatkan aplikasi absensi online untuk sekolah dari Fingerspot, yaitu KitaSchool. Aplikasi ini berbasis website (kitaschool.com) dan Android (aplikasi). Tidak hanya untuk mengelola absensi siswa, guru dan pegawai sekolah, tapi juga menjadi media komunikasi antar guru dan orangtua.

***
Artikel kali pertama dipublikasikan di Cara Tepat Mendisiplinkan Siswa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar