Kamis, 15 Maret 2018

Sudah Benarkah Cara Menghitung Gaji Karyawan?

Via kishinev.all.biz
Gaji adalah hak karyawan yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Perkara gaji dalam sebuah perusahaan adalah hal yang vital, langsung berimbas dengan produktifitas karyawan. Gaji adalah salah satu indikator dari tingkat produktifitas karyawan dalam perusahaan. Dalam menyusun gaji tidak boleh asal-asalan dan membutuhkan sistem penggajian yang sesuai agar tidak terjadi kesalahan penghitungan gaji. Namun, sebelum Anda memproses penghitungan gaji ada baiknya mengetahui cara menentukan gaji karyawan dahulu sebagai berikut.


1. Analisa Jabatan dan Jumlah Karyawan


Setiap jabatan karyawan harus dianalisa seperti seberapa berat pekerjaannya, tanggung jawab atas jabatan yang dipegang, tinggi atau rendahnya jabatan, job desc dan wewenang apa saja yang harus dilakukan oleh karyawan yang memegang jabatan tersebut. Anda juga harus menentukan jumlah karyawan yang akan mengisi posisi jabatan tersebut sehingga pengeluaran perusahaan untuk menggaji karyawan bisa cukup. Proses analisa jabatan ini sudah bisa dimulai dari awal proses perekrutan karyawan. Analisa juga latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki karyawan untuk mengukur gaji yang cocok.

2. Performa Kinerja

Menentukan gaji juga bisa dilihat dari performa kinerja karyawan. Jika karyawan memiliki banyak pengalaman, skill yang mumpuni, kreatif, hasil kerja bagus, dan dapat menyelesaikan tugas sulit maka Anda patut memberikan gaji yang lebih tinggi dari yang lain. Semakin tinggi jabatan karyawan akan semakin berisiko tugas yang dipegang. Karena jabatan tinggi menuntut kinerja yang lebih keras juga cerdas serta tingkat stresnya lebih tinggi.

3. Gaji Layak Sesuai UMK (Upah Minimum Kerja)


Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 mengenai hak ketenagakerjaan karyawan, komponen upah/gaji terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Sehingga besarnya gaji pokok sedikitnya 75% dari jumlah total gaji pokok dan tunjangan tetap. Yang dimaksud tunjangan tetap adalah tunjangan yang diberikan pada karyawan secara teratur dan tidak dikaitkan dengan kehadiran, contohnya tunjangan jabatan, tunjangan keluarga, tunjangan keahlian/profesi. Berbeda dengan tunjangan makan siang dan transportasi karena hitungannya tidak tetap dan berdasarkan kehadiran karyawan.

4. Uang Lembur dan Bonus


Uang lembur adalah hak yang diperoleh karyawan yang juga bekerja di luar jam kerja yang sebenarnya. Jika memang harus lembur untuk menyelesaikan deadlinetugas maka perusahaan harus memberikan uang lembur yang sepantasnya. Karyawan juga berhak diberikan bonus bagi karyawan yang selalu loyal dan patuh pada peraturan perusahaan.

Untuk memudahkan proses penghitungan gaji, Fingerspot punya solusinya. Anda dapat menggunakan aplikasi personalia dan penggajian Fingerspot Personnel. Jadi, selain untuk mengolah data karyawan, aplikasi ini juga sangat membantu Anda dalam mengelola laporan kehadiran karyawan, mengatur masa kontrak kerja karyawan, cuti, izin, dan penanggulangan tindakan indisipliner.

***
Sumber gambar : kishinev.all.biz
Sumber : fingerspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar