7 Cara Ampuh Ketahui Website Asli atau Palsu?

Penggunaan internet sebagai media informasi terus berkembang, bahkan pada tahun 2017 lalu menurut id.techinasia.com jumlah pengguna internet di Indonesia berkembang sebanyak 51 persen dari angka 88 juta menjadi 130 juta. Di era digital ini hampir semua orang mencari informasi melalui media sosial maupun website, bahkan media sosial terkadang akan mengarahkan ke sebuah website jika kita menginginkan informasi yang lebih rinci. Apalagi pada era sekarang masuk babak Revolusi Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala. Di mana kebutuhan untuk menggunakan internet sebagai kebutuhan adalah skala prioritas. Segala kebutuhan seperti transportasi, makan, serta pembayaran semua sudah menggunakan jaringan internet.

Ilustrasi oleh http://www.fsupportx.com

Semakin berkembangnya jaringan internet tentu ada sisi posisif dan sisi negatif. Sisi positifnya adalah bisa mempermudah kebutuhan manusia sehingga lebih cepat dan menambah perkonomian masyarakat. Namun sisi negeatifnya adalah banyak oknum yang tak bertanggung jawab menggunakan internet untuk berbuat kejahatan, seperti penipuan online dan pencurian data nasabah bank. Untuk itu kami ingin menyampaikan ulasan cara untuk mengetahui apakah website tersebut palsu ataupun website penipuan, berikut merupakan cara mudah untuk menghindari website penipuan:


1. Periksa Domain Website

Ketika anda berkunjung ke sebuah website coba perhatikan baik- baik alamat website tersebut, sebagai contoh dulu pernah ada penipuan yang mengatas namakan bank mandiri degan alamat website undimandiri.webs.com 

Sesungguhnya website bank mandiri untuk segala penawarannya ada di www.bankmandiri.co.id.

Hidarilah website penipuan yang menawarkan berbagai hadiah dengan kondisi anda harus mengisi beberapa data diri , terutama jika website tersebut mempunya domain gratisan seperti '.gz' , ' .webs.com' , '.go' .
Biasanya untuk menunjukan kredibilitas sebuah website, maka si pembuat website akan memiliki domain seperti '.com' , '.org' , dan '.co.id' untuk perusahaan berbadan hukum legal.

2. Perhatikan Alamat URL dari Website

Ada baiknya anda memperhatikan secara lengkap alamat URL dari sebuah website. Pastikan awal url berupa 'https' bukan hanya http ketika anda diminta mengisi form data diri.

https merupakan http + ssl (secure socket layer) , singkatnya https akan mengenkripsi (membungkus) data diri anda menjadi sebuah algoritma khusus berupa angka atau variabel acak sehingga sulit untuk dibaca oleh hacker.

Selain itu perhatikan baik-baik alamat URL jangan sampai ada perbedaan meskipun hanya 1 huruf.

Sebagai contoh :

website asli facebook adalah www.facebook.com, banyak website scam atau penipuan dengan URL www.faceebook.com atau www.facebok.com dan lain - lain.

Metode ini biasa disebut phissing dan sudah banyak memakan korban.


3. Lihat Halaman ' Tentang' atau ' Kontak'

​Pada standardnya sebuah website yang sah akan memiliki halaman 'tentang' guna memperkenalkan diri mereka dan menunjukkan kredibilitas dari perusahaan mereka. Dengan adanya halaman 'tentang' maka sebuah website dapat membantu meningkatkan kepercayaan Anda terhadap website tersebut.

​Memang pada dasarnya halaman 'tentang' bisa dikarang sesuai keinginan, dan terkadang mereka akan menambah beberapa foto-foto palsu yang menampilkan aktivitas semacam portofolio maka dari itu Anda juga jangan mudah untuk percaya terhadap gambar yang ditampilakan.

​Selain halaman 'Tentang' Anda juga bisa memeriksa halaman 'Kontak' , para pembuat website penipuan atau scammers biasanya tidak akan mungkin mencantumkan nomor kontak mereka dan seandainya dicantumkan pun pasti yang palsu.
​Semakin banyak media yang dapat digunakan untuk melakukan kontak maka semakin terlihat kredibilitas dari sebuah website dan perusahaan yang bergerak dibelakangnya.


4. Lihat Persyaratan Retur dan Refund

Jika anda berkunjung ke sebuah website e - commerce lihatlah baik baik mengenai kebijakan retur dan refund. Sama seperti halaman ' Tentang' dan 'Kontak' begitu juga 'Retur dan Refund' yang harus tersedia pada sebuah halaman website e - commerce. Setiap website yang menjual barang harus memiliki kebijakan dan informasi mengenai dimana dan bagaimana mengembalikan barang yang anda beli.

5. Abaikan Jika Website Mengatakan 'Komputer Anda Terserang Virus'

Website tersebut mencoba membuat anda panik dengan mengatakan hal tersebut dan biasanya anda akan diberi solusi dengan cara mengisikan data diri atau membayar terlebih dahulu. Namun perlu anda ketahui bahwa sejauh ini Web Browser tidak memiliki kemampuan untuk memindai virus.


Jika anda menemukan hal seperti ini anda hanya perlu menutub tab website tersebut, karena biasanya anda tidak dapat melakukan apa - apa kecuali menutupnya.

6. Periksa Copyright pada Footer

Ketika berkunjung ke sebuah website coba perhatikan pada footer (konten bagian bawah sebuah website). Para scammers atau penipu biasanya malas untuk membuat ataupun memperbaharui konten website mereka, terkadang mereka lupa menyertakan hak cipta ataupun memperbaharuinya ke tahun berjalan.

Tidak ada situs web resmi terutama dari perusahaan yang sah yang memilki hak cipta yang sudah usang . Setiap website perusahaan resmi akan memiliki hak cipta yang terus berjalan untuk menunjukan bahwa mereka masih aktif dan masih menggunakan website mereka sebagai media komunikasi untuk para pelanggannya.

7. Periksa Kepemilikan Website

Anda bisa mengunjungi whois.com untuk mencari tahu siapa pemilik website yang anda ragukan, caranya cukup mudah :
Buka whois.com



Tulis nama domain pada kolom 'search'. Contoh : www.jualalatabsensi.com
Akan tampil data-data mengenai kepemilikan website.Sebuah website yang sah dan resmi akan mencantumkan data lengkap mengenai kepemilikan website, seperti email , kontak person, regristrant atau perusahaan yang mendaftarka domain , dan lain - lain. 

Kesimpulan

Memang butuh ketelitian yang tajam untuk mengetahui bahwa sebuah website adalah website penipuan dan jangan mudah percaya atau tergiur oleh hadiah yang ditawarkan oleh sebuah website, ada baiknya anda mencari tahu terlebih dahulu kredibilitas dari website tersebut. 

Identitas pribadi anda merupakan hal penting dan jangan menganggap sepele ketika seseorang mendapatkan data diri anda secara lengkap, karena bisa saja disalah gunakan untuk tindak kejahatan. Jadi jagalah baik - baik identitas diri anda agar tidak di ambil orang lain dan jangan terlalu mudah untuk mempercayai sebuah website jika meminta data diri, perhatikan 'persayaratan dan ketentuan' yang biasanya mejelaskan untuk apa mereka membutuhkan data diri anda.


Jika anda mencurigai sebuah website atau mungkin anda sudah tertipu maka anda bisa berbagi mengenai informasi tersebut di LaporPolisi.com. Lapor polisi.com atau Crimecyber.net merupakan website yang digunakan untuk berbagi informasi mengenai kejahatan-kejahatan dunia maya.

***
Artikel ini kali pertama dipublikasikan pada 7 Cara Mengetahui Website Asli atau Palsu

2 komentar:

  1. Sangat terbantukan oleh artikel ini agar jangan sampai jadi korban penipuan.
    Terimakasih sharingnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke, yes memang harus ekstra hati-hati, sama-sama :) bang Himawan

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.